Berlin, Kota Menawan Kaya Sejarah


Siapa yang tidak tahu Berlin, ibukota negara Jerman yang punya sejarah seru di masa perang dunia? Awalnya saya dapat rekomendasi dari teman untuk traveling ke Berlin, yang menurutnya nyaman dan mudah untuk traveler pemula seperti saya. Udara dingin tidak menghalangi rasa penasaran saya akan kota itu. Berangkatlah saya Miranti Wirastuti ke Berlin di bulan Februari yang dinginnya masih menggigit sisa musim dingin.

Saya sampai di Berlin sekitar jam 4 sore. Tibalah saya di salah satu airport di Berlin, karena saya berangkat dari Oslo, Norway, jadi airportnya kecil khusus untuk penerbangan domestic Eropa. Saya tiba dengan gerombolan turis-turis lainnya. Di bandara tersedia counter khusus untuk informasi travel mengenai informasi transportasi, akomodasi, dan tempat-tempat yang wajib dikunjungi.

Kelebihan dari kota itu adalah arsitektur bangunan yang luar biasa klasik dan mencengangkan, membuat saya bersemangat untuk memotret maha karya arsitektur itu. Museum-museum yang tersedia membuat Berlin surga dari pecinta sejarah khususnya sejarah Eropa. Berlin memang merupakan kota turis, terlihat dari para Berliners (istilah penduduk Berlin) yang bersedia membantu turis-turis untuk tanya jalan, dan lancarnya mereka berbahasa Inggris.

Secara umum, Berlin dibagi menjadi dua wilayah, Berlin Timur dan Berlin Barat. Untuk akomodasi, saya memilih untuk mencari hostel di wilayah Berlin Timur yang konon lebih murah dibandingkan di Berlin barat. Saya menginap di sebuah perahu hostel (hostel boat) yang tak jauh dari stasiun utama turis Alexandra Plass, dengan membayar 16 euro per malam (termasuk seprai tempat tidur dan sarung bantal), saya merasakan pengalaman berbeda daripada menginap si hostel biasa. Di hostel itu menawarkan beberapa fasilitas kamar, yang paling murah adalah di dek atas kapal yang dibuat tenda tertutup dengan 10 tempat tidur (10 euro), namun karena ketika itu winter maka dek atas tidak bisa digunakan. Jadi saya memilih yang satu kamar untuk empat orang

Di hari pertama saya sampai di Berlin, objek wisata pertama yang saya tandangi adalah The TV Tower yang terletak sangat dekat dengan stasiun Alexandra Plass. Ketika itu hari sudah malam, dengan 99 euro saya naik ke lantai paling atas untuk melihat pemandangan indah kota Berlin.

Keesokan harinya, saya ikut serta dengan tour keliling kota Berlin. Tour ini bernama Sandemans’s New EuropeTour untuk para backpackers dengan budget minim. Tour ini gratis dengan basis tips untuk para tour guidenya. Tour ini sudah ada di beberapa kota di Eropa. Untuk informasi selengkapnya, bisa mengunjungi websitenya di http://www.neweuropetours.eu/.

Jam 11 tepat, saya sampai ke depan Bradenburger Tor yang merupakan meeting point tour tersebut.  Disana banyak sekali turis yang berkumpul menunggu untuk dikelompokkan  dalam kelompok-kelompok kecil, saya pun turut serta dalam salah satu kelompok tersebut, dengan George dari US sebagai tour guide kami. Saat itu dalam kelompok tour saya yang terdiri dari belasan orang dari banyak negara diantaranya, Australia, India, Israel, US, dan lain-lain.

Tour kami bermulai dari Bradenburger Tor yang merupakan lambang kejayaan Jerman. Bangunan ini berbentuk pintu gerbang dengan patung Dewi Victory mengendarai kereta kuda perang, yang pada zaman Napoleon pernah pindah ke Paris. Dari tempat ini kami dapat melihat gedung parlemen Jerman Reicshtag yang mempunyai kubah transparan sebagai lambang tranparansi pemerintah Jerman. Sayangnya saya tidak sempat masuk ke Reichstag yang kata George harus mengantri panjang untuk masuk. Lalu kami berjalan ke Jew Museum yang merupakan memorium pembunuhan massal Yahudi oleh Nazi yang disebut Holocaust. Memorium ini berbentuk balok-balok batu dibangun di atas tanah yang bergelombang, yang menurut saya memorium itu seperti kuburan. Di bawah memorium ini terdapat Museum Holocaust, yang di dalamnya banyak terdapat bukti-bukti kesaksian dari korban-korban holocaust yang terbunuh.

Perjalanan kami berlanjut ke sebuah pelataran parkir suatu apartemen. Menurut George, bunker Hitler dulu terletak di bawah pelataran parkir itu. Tak ada tanda-tanda kawasan itu merupakan TKP penting dalam sejarah, kecuali sebuah plang yang dipasang disana dengan foto-foto bunker itu jaman dahulu. Bunker itu telah dihancurkan untuk menghindari aliran baru dari Nazi yang masih memuja Hitler.

Rupanya tour kami ini lebih seperti tur sejarah yang seru untuk diikuti. Tour sejarah ini tentu tak akan lengkap tanpa melihat langsung Tembok Berlin yang dulu memisahkan Berlin Barat dan Timur selama belasan tahun. Sebagian besar tembok tersebut telah hancur dimakan zaman, sehingga terlihat seperti tembok biasa yang nyaris ambruk padahal dulunya tembok ini telah memakan banyak jiwa.

George juga mengajak rombongan untuk melihat monumen pembakaran buku  yang dilakukan Nazi sebagai bentuk pembungkaman warga Eropa ketika itu. Penulisan tentang moral, agama, kebebasan, yang ditulis oleh kaum intelektual tidak diperbolehkan untuk dibaca warga Jerman.

Destinasi selanjutnya adalah dua gereja megah beraksitektur klasik. Tak henti-hentinya saya mengagumi bangunan-bangunan dengan ornamen patung-patung rumit bernilai historis. Tour kami berakhir di Museum Island, yaitu sebuah kawasan yang berisi hanya museum yang berisikan peninggalan budaya bangsa-bangsa di dunia dari zaman batu sampai zaman perang dunia. Museum yang paling membuat saya terkesima adalah Pergamon Museum yang merupakan museum arsitektur Yunani. Di dalamnya direkonstruksi ulang puing-puing bangunan kuno sehingga pengunjungnya dapat merasakan travel back in time ke zaman ancient Greece berabad-abad lalu. Bangunan-bangunan museum di kawasan ini telah hancur dalam perang dunia II, namun dipugar dan difungsikan kembali.

Objek wisata lain yang tidak sempat saya kunjungi adalah Berlin Zoological Garden yang merupakan kebun binatang yang paling banyak dikunjungi di Eropa.

 

Tip :

  • Untuk transportasi, seperti kebanyakan negara di Eropa, sistem transportasinya mudah untuk dipelajari. Dengan sekitar 4 euro per hari, saya bisa berkeliling ke seluruh Berlin.
  • Harga makanan cukup friendly untuk kantong, dengan mulai dari 2 euro sudah bisa membeli makanan yang mengenyangkan. Jenis makanannya bervariasi, dari makanan Turki seperti kebab, Chinese food, dan makanan Western.
  • Sebaiknya cek dahulu cuaca Berlin dari Internet sebelum berangkat, karena suhu udara Berlin bisa panas dan sangat dingin tergantung musimnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s